Cara Mulai Jualan Kurma dari Rumah, Modal Kecil
Kurma itu dicari sepanjang tahun: untuk camilan keluarga, suguhan tamu, pengajian, hajatan, sampai oleh-oleh umroh. Permintaannya stabil dan barangnya tahan lama, jadi cocok untuk ibu-ibu yang ingin mulai usaha kecil dari rumah. Ini langkah-langkahnya.
1. Mulai dari 1–2 jenis kurma
Jangan langsung stok banyak jenis. Pilih yang paling gampang laku di lingkungan Kakak. Untuk pemula, Sukari biasanya paling aman karena manis dan disukai banyak orang, lalu tambah Tunisia atau Medjool kalau sudah ada pelanggan. Baca juga perbedaan jenis-jenis kurma.
2. Beli dalam bentuk dus dengan harga grosir
Untung reseller datang dari selisih harga grosir dan harga ecer. Makin banyak beli, harga per kg biasanya makin turun. Di Grosir Kurma ID tidak ada minimal pembelian, jadi Kakak bisa mulai dari 1 dus dulu, lalu tambah setelah barang mulai laku.
Contoh hitungan (harga per 25-10-2026)
| Beli 1 dus Kurma Sukari Grade A Dus 3kg (harga reseller) | Rp150.000 |
| Dikemas ulang per 250 gram | 12 pack |
| Dijual per pack (contoh) | Rp18.000 |
| Omzet kalau habis | Rp216.000 |
| Untung kotor (belum termasuk plastik, stiker, ongkir) | Rp66.000 |
Ini simulasi saja. Harga jual Kakak sendiri yang tentukan, sesuaikan dengan harga pasaran di lingkungan Kakak. Coba simulasi produk lain di kalkulator untung.
3. Kemas ulang yang rapi
- Pakai plastik atau toples food grade yang bisa ditutup rapat (standing pouch berklip, mika, atau toples kecil).
- Ukuran yang paling sering laku: 250 gram dan 500 gram.
- Tempel stiker berisi nama kurma, berat, dan nomor WA Kakak supaya pembeli gampang pesan ulang.
- Jaga kebersihan: cuci tangan, pakai sarung tangan plastik, dan kemas di tempat yang kering.
- Kalau nanti ingin menitip ke toko atau minimarket, tanyakan izin PIRT ke dinas kesehatan setempat.
4. Tentukan harga jual
Cara sederhana: hitung modal per gram, kalikan dengan ukuran kemasan, lalu tambahkan untung yang wajar (misalnya 30–50%) plus biaya plastik dan stiker. Lihat harga kurma serupa di sekitar Kakak supaya harga tetap bersaing.
5. Tempat jualan yang terbukti jalan
- Status WhatsApp dan grup WA keluarga, RT, sekolah anak. Minta foto produk ke admin untuk dipajang.
- Arisan dan pengajian: bawa contoh kemasan, tawarkan langsung.
- Titip di warung atau kantin sekitar rumah.
- Marketplace dan media sosial kalau sudah siap melayani pesanan online.
6. Waktu paling ramai
Permintaan biasanya naik menjelang Ramadhan dan Lebaran, saat musim haji dan umroh (untuk oleh-oleh), serta musim hajatan seperti nikahan dan aqiqah. Siapkan stok beberapa minggu sebelumnya supaya tidak kehabisan saat harga sedang ramai.
7. Tips supaya tidak rugi
- Simpan kurma di wadah tertutup, di tempat sejuk dan kering. Baca cara menyimpan kurma supaya awet.
- Putar stok: yang lebih dulu dibeli, dijual lebih dulu.
- Catat modal dan penjualan, sesederhana apa pun, supaya tahu untung yang sebenarnya.
- Kalau barang yang Kakak terima dari kami ternyata expired, ada garansi retur, lapor maksimal 1×24 jam setelah barang sampai.
Mau tanya harga atau stok?
Admin Grosir Kurma ID siap bantu hitung harga grosir, ongkir, dan pilihan pengiriman (COD se-Pulau Jawa, ekspedisi seluruh Indonesia, Lalamove Jabodetabek).